
Nusantara1News – Perekonomian Thailand mengalami perlambatan pada Februari 2024, dengan sektor pariwisata yang melemah menjadi salah satu penyebab utama. Berkurangnya jumlah wisatawan asing berdampak langsung pada aktivitas ekonomi negara tersebut, Rabu (2/4) dikutip dari Metrotvnews.
Baca Juga : Kemenkes Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Lewat Quick Win RSUD
Tekanan pada Pariwisata dan Industri Jasa
Direktur Senior Bank Sentral Thailand, Pranee Sutthasri, menyatakan bahwa setelah lonjakan wisatawan saat perayaan Tahun Baru Imlek, jumlah kunjungan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Faktor keamanan turut mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung, yang kemudian berdampak pada sektor terkait seperti perhotelan, restoran, dan transportasi.
Tak hanya sektor pariwisata, berbagai layanan pendukung industri manufaktur, termasuk perdagangan dan logistik, juga mengalami kontraksi. Hal ini sejalan dengan berkurangnya konsumsi domestik dan perlambatan produksi industri.
Ekspor dan Konsumsi Domestik Masih Tumbuh
Meski sektor pariwisata melemah, ada beberapa aspek ekonomi yang tetap menunjukkan pertumbuhan. Ekspor Thailand, khususnya di sektor otomotif, elektronik, dan logam mulia, mengalami peningkatan. Konsumsi rumah tangga serta investasi pemerintah juga naik, memberikan sedikit dorongan bagi perekonomian.
Bank sentral memprediksi bahwa sektor pariwisata dan jasa akan tetap menjadi motor utama ekonomi Thailand. Namun, tantangan seperti persaingan global, kebijakan perdagangan yang tidak stabil, serta kendala struktural bisa memperlambat pemulihan, terutama di sektor ekspor dan industri.
Baca Juga : Kemenkes Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Lewat Quick Win RSUD
Pemulihan ekonomi Thailand diperkirakan memerlukan waktu, bergantung pada keberhasilan revitalisasi sektor pariwisata serta stabilitas ekonomi global.